Sering Membawa Tas Berat Sebelah? Kenali Dampaknya pada Tubuh
Pernah merasa bahu pegal setelah membawa tas seharian? Atau tanpa sadar selalu menggunakan bahu yang sama untuk membawa tas ketika berangkat kerja, kuliah, maupun beraktivitas?
Kebiasaan ini terlihat sederhana, tetapi membawa tas berat sebelah dapat memengaruhi cara tubuh menerima dan mengontrol beban.
Botol minum, buku, laptop, dompet, dan perlengkapan lainnya mungkin terlihat ringan jika dibawa satu per satu. Namun, ketika dikumpulkan dalam satu tas, beratnya bisa mencapai beberapa kilogram.
Jika beban tersebut terus-menerus ditopang oleh satu bahu, tubuh perlu melakukan penyesuaian untuk mempertahankan keseimbangan.
Mengapa Membawa Tas Berat Sebelah Bisa Menyebabkan Pegal?
Ketika tas digantung pada satu bahu, beban tidak terdistribusi secara simetris.
Otot di sekitar bahu, leher, dan punggung bekerja untuk membantu menjaga posisi tas sekaligus mempertahankan keseimbangan tubuh.
Dalam kondisi tertentu, aktivitas ini dapat meningkatkan ketegangan atau kelelahan otot, terutama apabila tas cukup berat dan dibawa dalam waktu lama.
Beberapa keluhan yang mungkin muncul meliputi:
Bahu terasa pegal atau cepat lelah.
Otot leher terasa kaku.
Punggung bagian atas terasa tidak nyaman.
Muncul rasa tertekan pada area bahu.
Tubuh terasa lebih nyaman setelah tas dilepaskan.
Namun, keluhan tersebut tidak selalu disebabkan oleh tas saja. Aktivitas harian, kapasitas fisik, kebiasaan bergerak, dan kondisi individu juga dapat berperan.
Apakah Tas Berat Bisa Mengubah Postur Tubuh?
Saat membawa tas pada satu sisi, tubuh dapat melakukan penyesuaian posisi untuk mengimbangi beban.
Misalnya, seseorang mungkin sedikit mengangkat bahu atau memiringkan tubuh ketika membawa tas.
Perubahan tersebut merupakan respons terhadap beban yang sedang dibawa dan tidak otomatis berarti terjadi kelainan atau perubahan postur permanen.
Postur manusia bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti aktivitas.
Hal yang lebih penting untuk diperhatikan adalah apakah kebiasaan membawa tas menimbulkan nyeri, kelelahan, atau keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari.
Berapa Berat Tas yang Aman Dibawa?
Tidak ada satu batas berat tas yang pasti aman untuk semua orang.
Kemampuan seseorang membawa beban dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kekuatan otot, kondisi fisik, durasi membawa tas, jenis tas, serta aktivitas yang dilakukan.
Tas dengan berat sekitar 2 kg mungkin terasa ringan bagi sebagian orang, tetapi dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang lain jika dibawa terus-menerus pada satu bahu.
Karena itu, selain memperhatikan berat tas, penting juga mempertimbangkan durasi dan cara membawa beban.
Cara Membawa Tas agar Bahu Tidak Mudah Pegal
Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan saat membawa tas.
1. Kurangi Barang yang Tidak Diperlukan
Periksa kembali isi tas sebelum beraktivitas.
Barang yang jarang digunakan sebaiknya tidak selalu dibawa agar beban tambahan dapat dikurangi.
2. Variasikan Sisi Bahu
Jika menggunakan tas satu bahu, cobalah mengganti sisi secara berkala apabila nyaman dilakukan.
Variasi ini dapat membantu menghindari pembebanan terus-menerus pada sisi yang sama.
3. Pertimbangkan Tas dengan Dua Tali Bahu
Untuk membawa barang yang relatif berat dalam waktu lama, tas ransel dengan dua tali bahu dapat membantu mendistribusikan beban secara lebih merata dibandingkan tas yang hanya ditopang satu bahu.
Sesuaikan panjang tali dan posisi tas agar nyaman digunakan.
4. Berikan Waktu Istirahat
Jika harus membawa tas dalam waktu lama, manfaatkan kesempatan untuk meletakkan tas dan memberikan jeda pada otot bahu.
5. Perhatikan Kekuatan dan Kapasitas Tubuh
Latihan kekuatan yang sesuai dapat membantu meningkatkan kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk membawa barang.
Jenis latihan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing individu.
Kapan Nyeri Bahu Perlu Diperiksa?
Pegal setelah membawa tas biasanya dapat membaik setelah beban dikurangi atau aktivitas disesuaikan.
Namun, pemeriksaan perlu dipertimbangkan apabila:
Nyeri bahu terjadi berulang.
Keluhan semakin berat.
Nyeri mengganggu aktivitas sehari-hari.
Gerakan bahu menjadi terbatas.
Keluhan disertai kesemutan atau kelemahan.
Nyeri tidak membaik meskipun beban sudah dikurangi.
Apabila nyeri muncul mendadak dan berat, terutama setelah cedera, atau disertai kelemahan mendadak, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Bagaimana Fisioterapi Membantu Mengatasi Nyeri Bahu?
Fisioterapi dapat membantu mengevaluasi faktor yang berkaitan dengan nyeri bahu dan keterbatasan gerak.
Pemeriksaan dapat mencakup kekuatan otot, rentang gerak sendi, kontrol gerakan, kemampuan menerima beban, serta aktivitas sehari-hari yang memicu keluhan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, fisioterapis dapat menyusun pendekatan yang sesuai, seperti edukasi aktivitas, latihan kekuatan, latihan mobilitas, atau intervensi lain berdasarkan kebutuhan individu.
Konsultasi Fisioterapi di MEND Wellness
Jika Anda sering mengalami nyeri bahu, leher, atau punggung setelah membawa tas maupun melakukan aktivitas sehari-hari, jangan hanya berfokus pada lokasi yang terasa sakit.
Mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan dapat membantu menentukan langkah penanganan yang lebih sesuai.
MEND Wellness Clinic menyediakan layanan fisioterapi untuk membantu mengevaluasi keluhan muskuloskeletal dan kemampuan fungsi gerak.
Untuk informasi layanan dan konsultasi, Anda dapat menghubungi MEND Wellness melalui WhatsApp 0897 6623 156.
Ingat, beban harian yang sering terlupakan juga perlu diperhatikan. Bukan hanya seberapa berat tas Anda, tetapi juga bagaimana dan berapa lama tubuh membawanya.