Skip to content
← Kembali ke artikel

Edukasi Fisioterapi

Duduk Terlalu Lama Setiap Hari? Kenali Dampaknya bagi Tubuh

06 Oct 2026 06:23

Berangkat kerja 2 jam, duduk di kantor 8 jam, lalu pulang 2 jam. Tanpa sadar, tubuh terlalu lama duduk. Kenali dampaknya bagi otot, sendi, dan kesehatan serta cara menguranginya.

Duduk Terlalu Lama Setiap Hari? Kenali Dampaknya bagi Tubuh

Duduk Terlalu Lama Setiap Hari? Kenali Dampaknya bagi Tubuh

Bayangkan rutinitas berikut: berangkat kerja menggunakan kendaraan selama dua jam, bekerja di depan komputer selama delapan jam, kemudian menghabiskan dua jam lagi dalam perjalanan pulang.

Tanpa disadari, sebagian besar waktu dalam sehari dihabiskan dalam posisi duduk.

Kondisi ini umum dialami pekerja kantoran, terutama mereka yang memiliki waktu perjalanan cukup panjang.

Meskipun duduk merupakan aktivitas normal, duduk terlalu lama dengan sedikit aktivitas fisik dapat berdampak pada kesehatan dan kenyamanan tubuh.

Lalu, apa sebenarnya dampak duduk terlalu lama? Apakah posisi duduk yang baik sudah cukup untuk mencegah masalah kesehatan?

Berapa Lama Kita Duduk dalam Sehari?

Aktivitas duduk tidak hanya terjadi saat bekerja.

Banyak orang juga duduk ketika menggunakan transportasi umum, makan, menonton televisi, atau menggunakan smartphone.

Sebagai contoh, seseorang memiliki rutinitas berikut:

  • Perjalanan berangkat kerja: 2 jam.

  • Bekerja di depan komputer: 8 jam.

  • Perjalanan pulang: 2 jam.

Total waktu tersebut mencapai 12 jam dalam aktivitas yang sebagian besar dapat dilakukan sambil duduk, meskipun waktu duduk sebenarnya bergantung pada aktivitas dan jeda selama bekerja.

Jika dilanjutkan dengan menonton televisi atau menggunakan smartphone di rumah, durasi duduk bisa bertambah.

Pola aktivitas dengan pengeluaran energi rendah saat terjaga, seperti duduk atau berbaring, dikenal sebagai sedentary behavior.

Perilaku sedentari yang tinggi berkaitan dengan berbagai risiko kesehatan, terutama apabila tidak diimbangi aktivitas fisik yang cukup.

Apa Dampak Duduk Terlalu Lama bagi Tubuh?

Dampak duduk terlalu lama tidak selalu langsung terasa.

Sebagian orang mengalami keluhan otot dan sendi, sedangkan risiko kesehatan lainnya dapat berkembang dalam jangka panjang.

1. Otot Terasa Kaku dan Tidak Nyaman

Mempertahankan posisi tubuh yang sama dalam waktu lama dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada area tertentu.

Bagian tubuh yang sering mengalami keluhan meliputi:

  • Leher.

  • Bahu.

  • Punggung.

  • Pinggang.

  • Pinggul.

Keluhan tersebut dapat dipengaruhi oleh durasi aktivitas, variasi gerakan, kondisi fisik, serta pengaturan tempat kerja.

Namun, rasa kaku setelah duduk tidak selalu menandakan adanya kerusakan jaringan.

2. Nyeri Punggung dan Pinggang

Nyeri punggung bawah merupakan keluhan yang cukup sering ditemukan pada pekerja kantoran.

Duduk berkepanjangan dapat memperburuk gejala pada sebagian individu, terutama jika dilakukan tanpa perubahan posisi atau jeda aktivitas.

Namun, nyeri pinggang tidak selalu disebabkan oleh posisi duduk yang salah.

Faktor seperti aktivitas fisik, kualitas tidur, stres, kondisi kesehatan, dan kemampuan tubuh menerima beban juga dapat berperan.

3. Berkurangnya Kesempatan Menggunakan Otot

Ketika seseorang duduk selama berjam-jam, tubuh memiliki lebih sedikit kesempatan melakukan aktivitas seperti berjalan, berdiri, atau menaiki tangga.

Jika kebiasaan ini berlangsung lama dan disertai kurangnya olahraga, kebugaran serta kapasitas fisik dapat menurun.

Karena itu, penting untuk mempertahankan aktivitas fisik secara teratur.

4. Ketidaknyamanan pada Leher dan Bahu

Bekerja menggunakan komputer dalam waktu lama dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada leher dan bahu.

Keluhan dapat berkaitan dengan pengaturan monitor, posisi perangkat, intensitas pekerjaan, dan kurangnya variasi aktivitas.

Mengubah posisi secara berkala serta menyesuaikan tempat kerja dapat membantu meningkatkan kenyamanan.

5. Peningkatan Risiko Penyakit dalam Jangka Panjang

Waktu sedentari yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko sejumlah penyakit tidak menular, termasuk penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.

Risiko tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk total aktivitas fisik seseorang.

Aktivitas fisik yang cukup dapat membantu mengurangi sebagian risiko yang berkaitan dengan perilaku sedentari.

Apakah Posisi Duduk yang Benar Bisa Mencegah Semua Keluhan?

Banyak orang beranggapan bahwa terdapat satu posisi duduk paling ideal yang harus dipertahankan sepanjang hari.

Padahal, tubuh manusia dapat menggunakan berbagai posisi duduk.

Posisi tegak, sedikit bersandar, atau mengubah posisi kaki dapat menjadi variasi yang normal selama nyaman dan sesuai kebutuhan aktivitas.

Tidak ada satu posisi duduk yang terbukti paling baik untuk semua orang dalam setiap situasi.

Hal yang lebih penting adalah menghindari posisi statis terlalu lama dan memberikan kesempatan tubuh untuk bergerak.

Pengaturan ergonomi tetap bermanfaat untuk membantu kenyamanan dan efisiensi bekerja, tetapi bukan berarti seseorang harus mempertahankan satu postur sempurna selama berjam-jam.

Mengapa Movement Break Penting bagi Pekerja Kantoran?

Movement break merupakan jeda singkat dari aktivitas duduk untuk melakukan gerakan atau aktivitas fisik ringan.

Contohnya adalah berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan beberapa gerakan sederhana.

Movement break dapat membantu mengurangi waktu duduk yang berlangsung terus-menerus dan memberikan variasi aktivitas bagi tubuh.

Jeda gerak juga dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat mempertahankan posisi yang sama terlalu lama.

Tidak harus selalu melakukan latihan berat. Aktivitas ringan yang dilakukan secara konsisten juga bermanfaat.

Cara Mengurangi Dampak Duduk Terlalu Lama

Berikut beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan selama bekerja.

1. Berdiri dan Bergerak Secara Berkala

Cobalah menyelingi pekerjaan dengan berdiri atau berjalan singkat.

Sebagai kebiasaan praktis, Anda dapat mencoba bergerak setiap 30–60 menit, sesuai kondisi pekerjaan dan kemampuan tubuh.

Angka tersebut bukan batas medis yang wajib diikuti semua orang, melainkan pengingat agar tidak duduk terus-menerus.

2. Manfaatkan Aktivitas Kecil

Beberapa aktivitas sederhana dapat membantu menambah waktu bergerak, seperti:

  • Berjalan ketika mengambil air minum.

  • Berdiri saat menerima telepon.

  • Berjalan menuju rekan kerja jika memungkinkan.

  • Menggunakan tangga sesuai kemampuan.

  • Melakukan peregangan ringan saat jeda pekerjaan.

Kebiasaan kecil ini dapat membantu mengurangi total waktu sedentari.

3. Atur Tempat Kerja agar Nyaman

Pastikan meja, kursi, monitor, dan perangkat kerja mendukung posisi yang nyaman.

Penyesuaian dapat dilakukan berdasarkan tinggi badan, kebutuhan pekerjaan, dan preferensi individu.

Pengaturan tempat kerja yang baik membantu kenyamanan, tetapi tetap perlu disertai variasi gerakan.

4. Lakukan Aktivitas Fisik Secara Teratur

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu, atau aktivitas intensitas berat selama 75–150 menit per minggu, maupun kombinasi yang setara.

Latihan penguatan otot juga direkomendasikan setidaknya dua hari dalam seminggu.

Bagi seseorang yang belum terbiasa berolahraga, aktivitas dapat dimulai secara bertahap.

5. Perhatikan Respons Tubuh

Jika muncul ketidaknyamanan setelah duduk lama, coba ubah posisi atau lakukan aktivitas ringan yang dapat ditoleransi.

Apabila nyeri menetap, semakin berat, atau mengganggu aktivitas, pertimbangkan pemeriksaan tenaga kesehatan.

Apakah Olahraga Setelah Pulang Kerja Sudah Cukup?

Berolahraga setelah bekerja merupakan kebiasaan yang bermanfaat.

Aktivitas fisik yang cukup dapat membantu mengurangi risiko kesehatan yang berkaitan dengan tingginya waktu sedentari.

Namun, olahraga tidak berarti seseorang harus mengabaikan kesempatan bergerak sepanjang hari.

Bagi pekerja kantoran, pendekatan yang baik adalah menggabungkan olahraga teratur dengan kebiasaan mengurangi duduk berkepanjangan.

Dengan demikian, tubuh memperoleh manfaat dari latihan terstruktur sekaligus aktivitas ringan sehari-hari.

Kapan Keluhan Akibat Duduk Lama Perlu Diperiksa?

Pemeriksaan dapat dipertimbangkan jika mengalami:

  • Nyeri punggung atau pinggang yang berulang.

  • Nyeri leher dan bahu yang mengganggu pekerjaan.

  • Keterbatasan gerak saat melakukan aktivitas.

  • Keluhan yang tidak membaik setelah penyesuaian aktivitas.

  • Nyeri yang menjalar ke lengan atau tungkai.

Segera cari pertolongan medis jika nyeri punggung disertai kelemahan yang memburuk, gangguan buang air kecil atau besar, atau mati rasa di area sekitar selangkangan.

Peran Fisioterapi untuk Pekerja Kantoran

Fisioterapi dapat membantu mengevaluasi keluhan muskuloskeletal yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari.

Pemeriksaan dapat meliputi:

  • Rentang gerak sendi.

  • Kekuatan dan daya tahan otot.

  • Kemampuan melakukan aktivitas fungsional.

  • Respons tubuh terhadap gerakan tertentu.

  • Faktor aktivitas yang berkaitan dengan keluhan.

  • Kebutuhan latihan dan penyesuaian aktivitas.

Hasil evaluasi dapat digunakan untuk membantu menyusun program latihan dan strategi pengelolaan keluhan sesuai kondisi individu.

Konsultasi Fisioterapi di MEND Wellness

Jika rutinitas bekerja membuat Anda sering mengalami nyeri pinggang, leher, bahu, atau ketidaknyamanan ketika bergerak, pemeriksaan fisioterapi dapat membantu memahami faktor yang berkaitan dengan keluhan tersebut.

MEND Wellness Clinic menyediakan layanan fisioterapi untuk membantu mengevaluasi fungsi gerak dan keluhan muskuloskeletal.

Pendekatan penanganan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan, kebutuhan aktivitas, serta kondisi masing-masing individu.

Untuk informasi layanan dan konsultasi, hubungi WhatsApp 0897 6623 156.

Ingat, tubuh tidak harus mempertahankan satu posisi sempurna sepanjang hari. Berikan kesempatan untuk bergerak, mengubah posisi, dan melakukan aktivitas fisik secara teratur.